Jadwal pelatihan hipnotis dan hipnoterapi

JADWAL PELATIHAN 2020 dan TERAPI

Kontak WA:08158989179

Sabtu, 12 Oktober 2019

HIPNOTIS VS GENDAM

Banyak orang takut sama saya karena saya mengerti tentang hipnotis, dikiranya saya ahli gendam.

3 Syarat orang bisa di hipnotis

1. Bersedia, 
    Jadi  kalau anda tidak bersedia jangan takut untuk di hipnotis,
    karena every hypnosis is self hypnosis. 
    karena hypnosis adalah dirinya sendiri yang meng-hipnosis.

2. Komunikasi
    Kalau orangnya tidak bisa komunikasi, 
    atau komunikasi tidak nyambung maka tidak bisa di hipnotis.

3. Fokus
    Dalam tips tips di media untuk menghindari kejahatan hipnotis jangan sampai 
    pikiran kosong, 
    itu keliru karena kalau mau di hipnotis maka pikirannya harus FOKUS.



HIPNOTIS              VS            GENDAM

HIPNOTIS :  Persetujuan dengan yang di hipnosis, 
                    bila orangnya tidak bersedia tidak bisa di hipnotis.
                    Secara hukum bisa di terima, karena perlu kesedian suyet untuk 
                    di hipnotis.
GENDAM  : Tanpa persetujuan dengan yang di gendam, siapapun target pasti kena. 
                   Sangat cocok untuk kejahatan karena siapapun pasti kena atau
                   cocok mentherapy suyet yang mempunyai komunikasi yang buruk.

HIPNOTIS :  Sugestible test baru eksekusi.
GENDAM  :  Pengamatan dan penggalian informasi langsung eksekusi

HIPNOTIS :  Tidak pakai mantra, pendekatan ilmiah.
GENDAM  :  Pakai mantra

HIPNOTIS :  Membutuhkan komunikasi verbal yang baik.
GENDAM  :  Membutuhkan energi/daya, komunikasi verbal hanya sebagai pendukung.

HIPNOTIS :  Perlu edukasi dengan yang akan di hipnotis.
GENDAM  :  Tidak perlu edukasi dengan yang akan di gendam.

HIPNOTIS :  Tidak perlu Ritual atau pengisian energi dari gurunya.
GENDAM  :  Perlu Ritual atau pengisian energi dari gurunya

HIPNOTIS :  Penerapan sugesti ke suyet, pengulangan/repetisi menghasilkan hasil 
                    yang baik.
GENDAM  :  Penerapan instruksi ke suyet, pengulangan malah menghasilkan hasil 
                   yang buruk.


Jadi sudah tahu kan perbedaannya? jangan takut dengan Hypnotist
Tapi hati hatilah dengan ahli gendam, karena tanpa persetujuan anda untuk di gendam.







Senin, 07 Oktober 2019

Perkumpulan Praktisi Hipnosis dan Hipnoterapi Indonesia

PRAHIPTI didirikan dengan semangat untuk menyukseskan program pemerintah dalam meningkatkan kualitas hidup masyarakat di berbagai bidang yang bersinggungan langsung maupun tidak langsung dengan para praktisi hipnosis dan hipnoterapi. Untuk menunjang semangat profesionalisme dan kepentingan masyarakat banyak, PRAHIPTI diarahkan menjadi payung bersama seluruh praktisi hipnosis dan hipnoterapi di Indonesia. Upaya yang akan terus dijalankan adalah mendata, membina, dan menata semua praktek hipnosis dan hipnoterapi di Indonesia agar berlangsung secara etis, bermanfaat positif dan sesuai dengan hukum dan peraturan perundang-undangan yang berlaku. Merujuk kepada Undang-undang No. 17 Tahun 2013 tentang ORMAS dan Peraturan Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia No.6 Tahun 2014 tentang Perkumpulan Berbadan Hukum, anggaran Dasar PRAHIPTI telah disahkan dan memenuhi syarat sebagai perkumpulan berbadan hukum resmi di Republik Indonesia melalui: Akta Notaris No. 54 yang dibuat oleh Notaris Netty Maria Machdar, SH dan Surat Keputusan Menkumham No. AHU-0001932.AH.01.07.TAHUN 2018

Minggu, 06 Oktober 2019

CONVENTIONAL HIPNOSIS

Pada masa inilah istilah hipnosis pertama kali dipergunakan dan metode pengobatannya mulai beralih kepada client centered. Meskipun menggunakan metode client centered namun para dokter dan psikolog pada masa ini masih menggunakan gaya yang Authoritarian

  •   James Braid James Braid (1795 – 1860), Seorang dokter dan ahli bedah dari Skotlandia, dengan spesialisasi pada kondisi mata & otot. James Braid-lah yang pertama kali memperkenalkan istilah hypnosis / hypnotism. Tahun 1843 Braid menerbitkan karyanya yang berjudul “Neurypnology or The Rationale of Nervous Sleep Considered In Relation With Animal Magnetism“.[1] Setelah menyimpulkan bahwa fenomena yang dialami pasien dalam proses magnetisme adalah Fenomena tidurnya saraf, Braid menyebut fenomena tersebut hypnotism, singkatan dari neuro-hypnotism. Hypnos sendiri merupakan nama Dewa Tidur & Mimpi dari Yunani. Braid bekerja sama dengan Profesor William Benjamin Carpenter, seorang neuro-psikolog yang memperkenalkan teori sugesti ideo-motor reflex. Braid lalu mengasimilasikan pengamatan Carpenter kepada teorinya sendiri, menyadari bahwa pengaruh fokus perhatian adalah untuk meningkatkan respon ideo-motor reflek. Tahun 1847 Braid menemukan bahwa semua fenomena utama hipnotisme seperti katalepsi, anastesia dan amnesia, dapat diinduksi “tanpa tidur”. Berdasarkan penemuan itu, Braid menyadari bahwa pilihan kata hypnosis kurang tepat, dan mencoba mengubahnya menjadi “monoideism” yang berarti konsentrasi / fokus kepada satu ide. Tetapi sudah terlambat, karena kata hipnosis sudah menjadi populer. James Braid kemudian dikenal oleh banyak orang sebagai Hypnotherapist pertama dan Bapak Hypnotisme Modern. 
  • Ambroise-Auguste Liébault Ambroise-Auguste Liébault (1864 – 1904) Merupakan pendiri dari Nancy School dan orang pertama yang menuliskan pentingnya kerjasama atau building rapport antara Hypnotist dengan pasiennya. Hippolyte Bernheim Hippolyte Bernheim Merupakan rekan dari Liébault dan ikut mendirikan Nancy School. Bernheim menuliskan risalah ilmiah yang pertama tentang hypnosis berjudul Suggestive Therapeutic pada tahun 1886. 
  • Jean-Martin Charcot Jean-Martin Charcot (1825 – 1893) adalah seorang ahli saraf dari Prancis yang tidak setuju terhadap ide Liébault dan Bernheim bahwa sugesti adalah faktor penting dari hypnosis. Charcot berpendapat bahwa hypnosis hanyalah manifestasi lain dari suatu histeria. Terjadi pertentangan antara dua pemikiran tersebut, dan sejarah pada akhirnya membuktikan bahwa pendapat Charcot salah dan Liébault dan Bernheim yang benar. Pada masa inilah proses Post Hipnotic Suggestion dideskripsikan untuk pertama kalinya. Terjadi peningkatan yang luar biasa pada sensor acuity dan memori/ingatan seseorang dibawah kondisi hypnosis. Mulailah terjadi pergeseran aplikasi hypnosis dari yang semula digunakan oleh para dokter bedah (untuk anastesia), kemudian diaplikasikan oleh para ahli saraf untuk kesehatan mental/psikologis. Hasil kerja & penelitian Charcot kemudian dilanjutkan oleh muridnya yaitu Pierre Janet yang mengungkapkan teori dissociation.
  • Sigmund Freud Sigmund Freud (1856 – 1939) adalah neurolog asal Austria yang menemukan psikoanalisis. Konsep teori Sigmund Freud yang terkenal adalah tentang pikiran bawah sadar (unconscious mind) yang mengendalikan sebagian besar perilaku manusia. Setelah mendengar tentang Liébault dan Bernheim pada tahun 1890 Freud berkunjung ke Nancy. Pada awalnya, Freud adalah seorang pendukung antusias hypnotherapy, dan menekankan regresi hypnosis dan abreaction (katarsis) sebagai metode terapi. Bersama dengan Joseph Breuer Freud mengembangkan teknik abreaction therapy menggunakan hypnosis. Namun, karena sering gagal melakukan proses hypnosis terhadap pasien, Freud secara bertahap meninggalkan hypnotisme dan menggunakan metode baru untuk menyembuhkan penderita tekanan psikologis menggunakan psikoanalisa. Penolakan Freud terhadap hipnosis menyebabkan kemunduran hipnosis dalam dunia medis, meskipun demikian praktik stage hipnosis tetap populer pada masa itu. Pada periode ini terjadi peristiwa penting dalam dunia hipnosis yaitu: Konggres Hipnotisme Internasional yang pertama pada tanggal 8-12 Agustus 1889 Pada tahun 1892 British Medical Association mengesahkan penggunaan hipnosis untuk terapi dan menolak teori mesmerisme dalam acara meeting tahunan BMA. Modern Hipnosis

Magnetism & Mesmerism


  • Paracelsus Paracelsus (1493-1541) adalah Dokter dari Swiss, yang pertama kali menggunakan media magnet dalam pengobatan. Banyak pasiennya yang menyatakan sembuh setelah tubuhnya dilewati magnet oleh Paracelsus. 
  • Johann Joseph Gassner Johann Joseph Gassner (1727-1779), Seorang imam Katolik pada waktu itu, percaya bahwa penyakit disebabkan oleh roh-roh jahat dan bisa diusir dengan mantra dan doa.
  • Maximilian Hell Maximilian Hell (1720-1792), Pendeta Jesuit yang menggunakan lempengan logam sebagai media penyembuhan. Salah satu muridnya adalah Franz Mesmer. 
  • Franz Anton Mesmer Franz Anton Mesmer (1734 – 1815) meyakini bahwa ada kekuatan magnetik dan cairan universal yang berfungsi untuk menjaga keseimbangan tubuh manusia. Apabila cairan dalam tubuh seseorang tersumbat atau tidak lancar maka orang tersebut menjadi sakit secara fisik ataupun mental. Mesmer meng-klaim bahwa dirinya memiliki kekuatan magnetis yang mampu melepaskan sumbatan dan memperlancar aliran cairan dalam tubuh manusia dan menyembuhkan penyakitnya. Teori Mesmer terdengar ilmiah, dan kebetulan bertepatan dengan penemuan listrik dan perkembangan astronomi pada masa itu. Mesmer diyakini sebagai dokter pertama yang memahami hubungan trauma psikologi terhadap penyakit. Dia memperkenalkan keadaan seperti trance kepada pasien, yang kelak dikenal sebagai mesmerism, dan dengan sukses mampu mengatasi kelainan pada saraf. Metode ini dinamakan sebagai animal magnetism dan populer dengan sebutan Mesmerisme. Teknik ini menjadi dasar bagi hypnotherapy modern. Melalui efek sugesti yang ditimbulkan dalam proses pengobatannya, banyak pasien yang berhasil disembuhkan dan membuat Mesmer menjadi terkenal & kaya serta menimbulkan pro dan kontra dikalangan dokter pada saat itu. Tahun 1784 
  • Raja Louis XVI membentuk komite khusus untuk menyelidiki metode pengobatan Mesmer yang beranggotakan Ahli Kimia Antoine Lavoisier, dokter dan ahli Fisika Joseph Ignace Guillotin, Ahli Astronomi Jean Silvain Bailly, dan Duta Besar Amerika Benjamin Franklin. Komite tersebut menyimpulkan bahwa kesembuhan yang dialami pasien adalah akibat dari kepercayaan dan imajinasi pasien tersebut, dan tidak terjadi karena transfer energi yang tidak tampak (animal mesmerisme) dari mesmerist kepada pasiennya. 
  • Marquis de Puységur Marquis de Puységur adalah Murid dari Mesmer, yang pertama kali menciptakan dan menjelaskan istilah Somnambulism. 
  • Abbé Faria Abbé Faria adalah pendeta Portugis yang mengklaim bahwa fenomena magnetisme terjadi karena kekuatan pengharapan dan kerjasama dari dalam pikiran pasien. Teori Faria ini dikembangkan oleh penerusnya dan memberikan kontribusi yang besar terhadap teknik autosugesti.
  • Dr. James Esdaile Dr. James Esdaile (1805-1859), Seorang dokter Skotlandia yang diberitakan telah melakukan 345 tindakan operasi besar termasuk amputasi dengan memanfaatkan keadaan trance mesmerisme sebagai anastesia alamiah.

TRADISIONAL HIPNOSIS

Meskipun istilah hipnosis belum dipergunakan, namun metode-metode pengobatan yang memanfaatkan fenomena hipnosis/trance sudah banyak dilakukan sejak zaman sebelum masehi.

  •  4000 SM Di Assyo Babylonia, data arkeologis menunjukkan adanya praktik pengobatan oleh pendeta dengan pemanfaatan pembakaran dupa dan pembacaan doa . Api digunakan agar pasien konsentrasi. Sang pendeta memandang mata sang klien, pada saat yang sama disampaikan doa permintaan kepada Tuhan untuk mengusir penyakit. Selama proses penyembuhan diiringi dengan bunyi-bunyian tifa dan gong. 
  •  2000 SM Wang Tai peletak dasar pengobatan Cina mengajarkan bagaimana memanfaatkan pikiran pasien untuk membantu menghilangkan penyakit baik fisik maupun emosi. Kitab Hindu Weda bahkan mengajarkan metode agar pasien memfokuskan pikiran terhadap organ tubuh tertentu yang memerlukan penyembuhan. 
  •  1552 SM Pada manuskrip di Mesir dilaporkan ada praktik dokter saat itu yang menyembuhkan pasiennya dengan cara tangan sang dokter memegang kepala pasien, sang pasien kemudian menutup mata dan konsentrasi kepada bagian tubuh yang sakit, Sang dokter memperoleh kekuatan untuk menyingkirkan peyakit. 
  •  1200 SM Dokter Yunani, Aesclepius melakukan ritual penyembuhan dengan membuat bangunan suci tidur . Pasien diminta tidur dan mendapakan penyembuhan melalui mimpi. 
  •  1000 SM Di Mesir terdapat bangunan suci yang dipergunakan khusus untuk ritual penyembuhan. Pendeta melakukan penyembuhan dengan kekuatan sentuhan dan kata-kata. 
  •  928 SM Di Yunani, Chiron seorang dokter pada saat itu melakukan operasi dengan membuat pasien terlebih dahulu masuk ke dalam keadaan trance yang diperoleh melalui menghirup aroma wewangian dan mendengarkan rapalan doa.
  •  400-377 SM Dokter Yunani, Hyppocrates memperkenalkan keadaan trance yang merupakan proses penyembuhan juga bagian dari upacara pelulusan . Ia pecaya bahwa karakter, kepribadian dan sikap mental pasien berkaitan erat dengan tipe penyakit yang diderita. Bahkan Hyppocrates mengatakan “jauh lebih penting mengenal orang yang mengalami penyakit tertentu ketimbang mengetahui penyakit apa yang di alami orang”. Ia juga mengatakan “Rasa sakit dialami oleh tubuh, Sang jiwa melihatnya sambil menutup mata”. 
  • 300-270 SM Raja Phyrus dari Mesir adalah Raja-Pendeta yang menyiapkan tempat yang berguna untuk berdoa sekaligus tempat penyembuhan. Dia memberi nama “ Bangunan Suci Tidur”. Para peneliti menemukan pula dokumen dan gambar yang menunjukkan posisi tubuh pasien yang dalam saat ini dinyatakan sedang terinduksi dan mengalami trance. 
  •  70 SM Kaisar Roma, Vespassian mengatakan bahwa ia bisa melakukan penyembuhan hanya dengan menggunakan sentuhan. Injil menyatakan fenomena penyembuhan alamiah jiwa-tubuh hingga dengan kekuatan supranatural. Dengan keyakinan kepada Tuhan, adanya penyakit menandakan adanya hukuman, penyembuhan dimaknai dengan adanya pemaafan. 
  • 1060 Raja Edward dari Inggris menyatakan ia dapat melakukan penyembuhan dengan menyentuh. Meskipun istilah hipnosis belum dipergunakan, namun metode-metode pengobatan yang memanfaatkan fenomena hipnosis/trance sudah banyak dilakukan sejak zaman sebelum masehi.